google translate

Minggu, 15 Mei 2011

PRINSIP PENGOBATAN PADA KASUS KERACUNAN

assalamualaikum agan-agan
ane mau share sdikit pgetahuan ane bagi agan-agan yang terkena kasus keracunan

gini tahapnya:


A.Untuk Racun Yang Tertelan
1. Racun yang masuk ke dalam tubuh swngan cara muntahan :
a. Cara ini tidak boleh pada penderita yang kesadarannya menurun dan pada keracunan
zat korosif dapat dilakukan cara muntahan untuk menghindari aspirasi racun pada
saluran cerna.
Muntahan dapat ditimbulkan dengan jalan :
• Merangsang dinding farings dengan jari
• Memberi emetik, misal : sirup ipecac

b. Aspirasi dan levase lambung
Tindakan ini dikeluarkan untuk :
 Mengeluarkan racun yang bersifat non korosif
 Mengeluarkan racun golongan CNS

Yang dapat digunakan untuk aspirasi dan levase lambung
 Air hangat
 Activafed charcoal sebanyak 50 g/400 ml air
 Natrium tiosulfat 1 %
 Natrium bikarbonat 1 %

Kontra indikasi tindakan aspirasi lavase lambung adalah :
 Keracunan tak korosif.
 Penderita yang delirium (kesadaran yang menurun).
 Penderita menelan kerosen atau hodrokarbon lainnya.

c. Pemberian Pencahar (katarik)
Dengan pemberian pencahar, waktu absorbsi dari racun dipersingkat karena racun
akan segera dikeluarkan.(diberi natrium sulfat 30g 200ml air)
d. Mempercepat ekskresi, dilakukan dengan :
 Pemberian diuretika
 Dialisa adalah cara yang sangat baik jika racun tertelan didialisa

2. Pemberian Antidotum yang spesifik
Biasanya dilakukan pada penderita keracunan sianida
o Narkotika : Naoxone HCL, 0,005 mg/kg, atau Nalorfin HCL 0,1 mg/kg
o Sianida : Natrium Thioaulfat / natrium nitrit


3. Pemberian Demulsen
Digunakan mengendapkan racun, mencegah absorsi dan melindungi mukosa saluran pernapasan.








4. Mengatasi gejala yang mungkin terjadi ( sistematik )
a. Gejala pada system kardiovaskuler
- Syok diberi cairan
- Edema pulmonum diberi oksigen atau 0,5 gaminopyllin intravenous
- Patah jantung diberi digitalis dan oksigen
b. Gejala pada system pernapasan
- Depresi pernafasan diberi analeptika seperti amfetomin 5-40 mg
- Depresi pernafasan yang disebabkan narkotika diberi nalozone/nalorphine
- Penumaria hipostatik dengan diberi antibiotika
c. Gejala pada susunan saraf pusat
- Eksikasi diberi hipmotik atau konuulsan
- Konvulsi diberi valium karena lebih selekstif sehingga tidak menambah depresi
Pada pusat pernafasan

B. Untuk Racun Yang Masuk Secara Inhalasi
Korban harus disingkirkan dari tempat yang mengandung racun dan diberi pengobatan
yang sesuai.

C. Untuk Racun Yang Masuk Secara Parental
Racun dimasukkan pada tubuh penderita melalui suntikan, kemudian baru dilakukan
pengobatan sesuai dengan gejala yang terjadi.

D. Racun Mengenai Kulit
Pakaian pasien semua dibuka cuci dengan air pada tempat yang keracunan dan tidak boleh
menggunakan zat kimia.

E. Racun Yang Mengenai Mata
Kelopak mata penderita dibuka dan dicuci dengan air yang mengalir kira-kira selama
5 menit dan tidak boleh memakai zat kimia.

0 komentar:

Poskan Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Grants For Single Moms